Kamis, 22 Desember 2016

Antara "Om Telolet om" dan Cinta


Sedang mewabah nya Fenomena virus "Om Telolet om" dimana mana, banyak orang menunggu di pinggir jalan sambil memegang kertas bertuliskan "Om telolet om" . Mereka sangat bersabar menunggu para Bis yg lewat hanya karena ingin mendengar suara telolet dari bis tsb, menarik ya, sederhana namun sangat membahagiakan, ada yang berjam jam menunggu, cukup lama, namun begitu sabarnya mereka menunggu demi mendapat kebahagiaan sesaat yg tak terlupakan. Peristiwa seperti ini harus bisa juga terjadi sama seperti kisah cinta kita masing masing, disaat kita ingin mendapatkannya, terus lah berusaha, jgn pernah lelah, jika gagal , bangkit lagi, jadikan proses menunggu jodohmu menjadi sesuatu yg membuatmu antusias dalam mendapatkannya. ditambah dengan kerja keras dan memantaskan diri dihadapan Allah, dan terus Berdo'a. Namun ada sedikit berbeda disini, dikala "om telolet om" kita hanya menunggu, untuk urusan Cinta, kita yang menjemput, bagaimana menjemput nya? Menjemput dengan memantaskan diri lewat do'a dan usaha berharap Ridho dari Allah. Sekarang pilihan kita hanya dua, Menunggu atau Menjemput? Saran saya, Jemput lah. :)

Terima kasih untuk waktunya dalam membaca tulisan saya ini. Yang bagus bagus datangnya dari Allah, yang buruk atas kekhilafan saya. Ambil yang bermanfaat, buang yang mudharat. :) - Cakra Bayu Shadewa

Senin, 19 Desember 2016

Berbuat baik lah kepada yang memusuhi kita

"Jangan terlalu baik sama orang, nanti dimanfaatin" perkataan spt itu sering kali kita dengar, entah dr orang lain atau dr teman kita sendiri. Saya org yg tdk setuju dengan perkataan spt itu. berdasarkan Hadits Rasulullah saw. "Sebaik baik manusia adalah yg paling bermanfaat kepada orang lain" sekilas hadits nabi ini sangat bertentangan dengan perkataan pertama. Kita lbh percaya perkataan yg pertama atau perkataan Nabi. Sudah pasti Perkataan nabi, namun kenapa kita kadang lbh mendengar perkataan yg pertama. Pahamilah, kita berbuat baik semata2 krn mengharap ridho Allah SWT. Bukan krn manusia. Jika ketika kita berbuat baik kpd org lain, tetapi org tsb malah tdk menghargai kita, ibarat pepatah spt menolong anjing terjepit, dia malah menggigit kita. dan kita kesal atas perbuatan mereka, itu tandanya kita masih mengharap sesuatu kpd org bukan kepada Allah, contoh agar dipuji, agar diberi sesuatu, pencitraan lah, itu lah yg salah, yg membuat kita kecewa ketika org yg kita beri kebaikan tdk membalas dengan kebaikan pula. Jika kita mendapat Balasan tdk sama Spt kita berbuat baik kepada dia, Cukup katakan dalam hati "Allah yang menyuruhku berbuat baik, dan perbuatan ku kepadanya hanya krn aku ingin Allah Ridho dengan ku" dan segeralah Beristighfar.
Semoga tulisan yg singkat ini bisa bermanfat khususnya reminder buat diri saya dan sahabat sahabat juga. :)

Kamis, 01 September 2016

Statusmu, Bentuk kepribadianmu

Pagi itu gue bangun pagi dan ngecek Hp apa ada bbm dari pak Presiden jokowi atau WA dr Obama, boro2, baru ngecek timeline, udh banyak para Pemuda pemudi bangsa yg mengeluhkan kehidupannya di dunia lewat sosial media.

Miris ngeliat status2 pemuda skrg di social media, contoh: "Aku tdk bisa hidup tanpamu, jgn tinggalin aku" <~ pd hal si doi turun duluan dr angkot doang, tp dia nya msh di angkot. "Aku tau aku ga bisa ngebahagiain kamu, tp aku akan berjuang membahagiakan kamu. :)" <~ orang tua yg jelas2 buat bahagiain elu, ga elu perjuangin jg? Elu mau nanti wkt mati, bin nya nama pacar elu?... gue itu pengen bgt ngeliat status pemuda yg lbh semangat, memotivasi, bayangin kalo skrg jaman penjajahan, pasti status pemuda2nya kek gini. "Puas gue nimpukin kompeni di balik semak2" atau ini "mang enak lu nippon, tank nya gue kempesin bannya" sama ini "Kalo kita diam dan takut aja kerjaannya, kapan indonesia bisa merdeka?" Harusnya spt itulah yg terjadi, bukan galau, bukan mengeluh, bukan takut.
Karena Kita bisa menilai seseorang hanya dr status yg dia tulis, misalnya statusnya "Jual Handuk Bekas Beckham, cuma udh gue pakai sekali, minat PM!" <~ ini dia berambisi menjadi Pengusaha, "Invite temen aku, ganteng tampan, pernah pacaran cuma gagal, namanya john, nama panjangnya marjono" <~ seorang Promotor, tp bukan promotor tinju. Jadi hati kalo bikin status ya. Kalau lg galau, status nya yg terlihat lbh cool, misal "Bersyukur gue putus, uang gue utuh, bisa buat umrohin warga sekampung, sama nyantunin janda se RT"

Pemuda Pemudi, bangkitlah, semua orang butuh yg namanya perubahan ke arah yg jauh lbh baik, kita punya kemampuan yg hebat, teruslah berjuang demi meraih prestasi terbaik, kita layak, krn kita telah dilahirkan oleh Allah melalui proses yg lama, allah lahirkan kita didunia krn memang kita layak untuk Sukses. Jadi kita msh punya kesempatan untuk sukses. pasang niat, kencangkan sabuk Ikhtiar, kalian pantas untuk Sukses.

"Kemenangan Besar, butuh pengorbanan besar" .... "jika kita ingin mendapatkan Ikan yang Besar, Gunakanlah Umpan yg juga Besar. Jika kita ingin impian  besar kita tercapai, bekerja keras dan bersungguh sungguhlah dalam meraihnya."

Rabu, 31 Agustus 2016

Muda, Manfaat, Sukses Dunia Akhirat

Semua orang punya definisi masing mengenai sukses, jika saya ditanya kesuksesan itu seperti apa, saya pun punya pendapat tersendiri mengenai kesuksesan. Dikatakan pemuda yg sukses bukan dr seberapa banyak harta yg dihasilkan, bukan dr seberapa tinggi jabatan yg diraih, bukan dr seberapa banyak gelar yg sudah diterima, bukan dr seberapa banyak penggemar yg berteriak menyebut2 namanya, bukan dr seberapa banyak wanita cantik yg pernah mendekati dia. Namun Seberapa manfaatkah dia dimasa muda nya untuk lingkungan, agama dan keluarganya. Semua hal duniawi yg didapatkan nya itu tdk bernilai ketika dia tdk bisa memberikan manfaat apa2, semua itu Allah titipkan Untuk dia agar dia bisa bermanfaat untuk sesama sekaligus ujian dr Allah SWT. "Khoirunnas anfa'Uhum Linnas" sebaik baik manusia adalah yg paling bermanfaat. Jadilah pemuda-pemudi yg selalu menebar manfaat dimana pun kita berada. Buatlah Allah dan Rasulullah senang melihat kita. 😊 krn jika sudah spt itu, bukan lagi penghuni bumi yg mencintai kita, penghuni langit pun rindu dan selalu menyebut nama kita.